KEPALA KANTOR, “JANGAN NODAI NILAI INTEGRITAS DENGAN MENGHARAP IMBALAN”

Published on : September 19, 2014 Categories: Article Post By: admin

IMG_2052

Picture 1 of 3

Cirebon, (08/09/2014) Telah menjadi kegiatan rutin Kantor Imigrasi Klas II Cirebon dalam setiap minggu, Kepala Kantor mengadakan pertemuan guna membahas keberhasilan maupun kekurangan dalam menjalankan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang pelayanan usai jam kerja dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

     Dalam pengarahannya, Kepala Kantor Imigrasi Klas II Cirebon Agato P.P. Simamora menyampaikan apresiasi kepada stafnya atas nama saudara Nyoman yang telah menunjukan integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pelayanan masyarakat, diceritakan saudara nyoman mendatangi Kantor Syahbandar Pelabuhan Kota Cirebon untuk mengantar paspor yang telah selesai, usai menyerahkan paspor tersebut, kemudian diberikan imbalan, tetapi ia menolaknya dan orang yang menerima paspor tersebut mencoba beberapa kali membujuk agar imbalan tersebut dapat diterima, padahal saudara nyoman seorang diri dan bisa saja menerima imbalan tersebut, tetapi dengan nilai-nilai integritas, ia melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya.

     “Saya sangat mengapresiasi kejujuran saudara nyoman dan bangga kepada seluruh pegawai yang telah menanamkan nilai-nilai integritas dalam diri, kejadian seperti ini bukan pertama kali dialami, kiranya sikap seperti ini dapat terus dipertahankan, jangan nodai dan merusak nama baik institusi yang kita cintai ini dengan sikap dan prilaku tidak terpuji”,ungkap Agato P.P Simamora.

     Dijelaskan pula bahwa tugas Kepala Kantor bukan hanya merenovasi dan merubah tampilan fisik gedung kantor saja, melainkan pembinaan dan memberikan bimbingan pegawai melalui pengawasan dan pengendalian secara intern, baginya pengaruh pembinaan mental pegawai melalui program tausiyah yang dilakukan setiap dua minggu sekali sangat berpengaruh mengubah pola pikir, tingkah laku dan karakter pegawai dengan nilai-nilai agama dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

     Menurutnya, “membangun karakter pegawai yang paling tepat adalah melalui hati dengan siraman rohani secara kontinyu, dibandingkan membuat program kegiatan lainnya yang dapat menghabiskan anggaran yang cukup besar, karena dengan hati yang bersih maka pikiran dan perbuatan serta tingkah laku dapat terkontrol, menjadikan professional dalam bekerja dilandasi keimanan dan ketaqwaan merupakan cikal bakal nilai-nilai Integritas moral” ujar Kepala Kantor.