WN BANGLADESH MOHAMAD ANWAR HOSHEN, PELANGGAR UU KEIMIGRASIAN DIHUKUM 1 TAHUN 2 BULAN

Published on : January 22, 2015 Categories: Article Post By: admin

1

Picture 1 of 3

CIREBON – Setelah melalui proses persidangan yang panjang, akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Sumber Kabupaten Cirebon, Rabu (21/01), menjatuhkan vonis 1 tahun 2 bulan kurungan penjara, kepada Anowar Hossain alias Mohamad Anwar Hosen alias Moh. Anwar warga Bangladesh.

Vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum 1 tahun 8 bulan. Pertimbangan hakim, lantaran selama proses persidangan, terdakwa dianggap kooperatif, dan dalam memberi keterangan tidak berbelit belit.

Dalam fakta persidangan, terdakwa Anowar Hossain alias Mohamad Anwar Hosen, dinilai bersalah dan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana keimigrasian karena terdakwa masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan keberadaannya di wilayah Indonesia tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku. Sebagaimana diatur dan diancam pidana di dalam pasal 113 ayat (1) dan pasal 119 ayat (1) Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sidang yang dipimpin Annie Safrina Simanjuntak sebagai ketua, serta Agung Sutomo Thoba dan Daniel Valentino sebagai anggota. Tidak berlangsung lama, usai sidang terdakwa mengaku menerima putusan hakim dan tidak melakukan banding. “Tapi saya kecewa, karena harusnya vonis bisa lebih ringan, sehingga saya tidak lama lama mendekam di penjara,” ucap Anowar Hossain sambil mimik berkaca kaca.

Sementara itu, jaksa penuntut Nining Mursini, mengaku menerima putusan hakim, dan puas apa yang sudah divonis oleh hakim, apalagi kasus seperti ini di wilayah hukum Cirebon baru pertama kali maju ke meja hijau hingga vonis. “kami berharap kasus ini ini menjadi contoh kasus kasus serupa berikutnya.” ucapnya dengan lugas.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Heryansyah Daulay,mengatakan dengan divonisnya terdakwa selama 1 tahun 2 bulan denda 500 ribu rupiah subsidair 1 bulan, pihaknya ingin menunjukan kepada masyarakat terutama orang asing, bahwa Kantor Imigrasi Cirebon menjalankan fungsi penegakan hukum. “kami menginginkan untuk kedepannya masyarakat khususnya warga negara asing, agar lebih menghormati hukum yang berlaku di Indonesia,” ucapnya dengan tegas.

Terdakwa ditahan semenjak 10 Oktober 2014 dan dimasukan ke dalam ruang detensi Imigrasi. terdakwa masuk ke wilayah Indonesia melalui tanjung Balai Asahan Medan, bersama mantan isterinya Mulyati yang ia nikahi pada waktu tinggal di Malaysia sebagai tenaga kerja Indonesia, dan sempat bekerja di Fanizer Company Malaysia selama empat bulan, namun selama bekerja gajinya tidak di bayarkan, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Indonesia, kemudian ia bersama-sama pergi ke Cirebon menggunakan kendaraan umum.