JAJARAN KANTOR IMIGRASI CIREBON MELAKSANAKAN MEDICAL CHEK UP

Published on : February 9, 2015 Categories: Article Post By: admin

chekup1

Picture 1 of 3

Cirebon, (05/02/2015) Jajaran Kantor Imigrasi Klas II Cirebon melaksanakan Medical chekup yang bekerjasama dengan Paramitha Laboratorium dengan maksud untuk mendeteksi ada tidaknya berbagai penyakit di dalam tubuh sejak dini, jika di ketahui di tahap awal, paling tidak bisa di hentikan atau dilambatkan lajunya, sehingga otomatis akan membuat peluang sembuh lebih besar dan memangkas biaya kesehatan.

Proses medical chekup ini dilakukan beberapa pemeriksaan kesehatan mulai dari pengambilan darah, pengambilan urine, pemeriksaan jantung, foto rontgen dan lain sebagainya. Sebelum diambil darah seluruhnya di wajibkan untuk melakukan puasa, untuk mengetahui kadar gula darah sebelum makan dan sesudah makan sehingga nantinya dapat terdeteksi seluruh penyakit yang ada di dalam tubuh melalui peredaran darah.

Medical Chek up dilakukan usai acara coffe morning yang di hadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Danan Purnomo  beserta jajarannya sekaligus turut serta melakukan medical chekup, menurut Danan, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang melakukan kegiatan seperti ini dari 46 UPT yang ada di wilayah Jawa Barat, ungkapnya, hal ini perlu disukuri oleh seluruh jajaran Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, mengingat untuk biaya pengecekan kesehatan tidaklah murah. Oleh karena itu janganlah di sia-siakan kesempatan ini, karena semua biaya telah di anggarkan oleh DIPA Kantor Imigrasi Cirebon, baginya dengan melakukan chek up secara rutin, paling tidak kita mengetahui ancaman penyakit dalam tubuh kita, dan dapat di cegah maupun di obati apabila kita mengidap penyakit melalui konsultasi rutin ke dokter untuk proses penyembuhan, ungkapnya.

Sementara itu, Eko Budianto selaku Kepala Kantor Imigrasi Cirebon mengharapkan agar seluruh pegawai dapat mengikuti medical chekup, mengingat biaya yang telah dikeluarkan dan di anggarkan oleh Kantor ini tidak lah sedikit, biaya per orang sebesar Rp. 975.000,- olehnya itu sangat mengharapkan partisipasi dari semua pegawai untuk mengikuti kegiatan pengecekan tersebut, “jangan takut untuk di suntik dan di ambil darahnya, prosesnya sangat cepat, jadi tidak usah cemas”, ungkap Eko Budianto.