Kantor Imigrasi Cirebon Siap Melayani 5360 Pemohon Paspor Haji se wilayah III

Published on : March 26, 2015 Categories: Article Post By: admin

BANNER PASPOR HAJI

Picture 1 of 4

Cirebon, (19/03/2015) Data yang dihimpun dari Kantor Kementerian Agama sewilayah III Cirebon (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan), tercatat sebanyak 5360 Calon Jamaah Haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2015.

Untuk pelayanan pembuatan paspor kali ini sedikit berbeda dengan pemberian pelayanan paspor pada tahun sebelumnya, hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon pada acara Rapat Koordinasi Pelayanan Pembuatan Paspor Haji yang diikuti oleh Kepala Kementerian Agama Kab/Kota sewilayah III Cirebon.

Dalam rapat tersebut dibahas tentang pembagian jadual pelayanan untuk masing-masing wilayah agar tertib dan dapat terkoordinasi, dijelaskan pula bahwa dalam pelayanan pembuatan paspor ada perubahan sistem aplikasi yang berdampak pada sistem pelayanan paspor Haji yang mana tahun sebelumnya berkas para pemohon dapat dikumpulkan dan dikoordinir oleh Kemenag masing-masing, setelah itu diserahkan kepada Kantor Imigrasi untuk dilakukan entry data berdasarkan data para pemohon.

Dengan perubahan aplikasi ini, yaitu aplikasi Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT) atau lebih dikenal dengan One Stop Service para pemohon harus datang dan membawa berkasnya sendiri ke Kantor Imigrasi Cirebon untuk dilakukan entry data, wawancara, foto dan pengambilan sidik jari. Untuk mempercepat proses entry data, para pemohon harus membawa kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan berupa foto copy beserta asli KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran atau Ijazah atau Surat Nikah serta rokemendasi dari Kemeneg masing-masing sebagai dasar untuk diterbitkannya paspor Haji.

Kantor Imigrasi Cirebon akan menyediakan 3 loket dari 7 loket yang disediakan untuk pelayanan paspor Haji, untuk itu Eko Budianto mengharapkan kepada pihak Kemenag dapat memberikan pemahaman dan sosialisai kepada para jamaah tentang persyaratan yang dibutuhkan dalam pembuatan paspor serta sistem pembayarannya, mengingat bahwa untuk mempercepat proses penerbitan paspor, para jamaah setelah dilakukan foto dan wawancara segera membayar ke Bank BNI untuk dapat diproses penerbitan paspornya.

Dengan waktu 2 bulan, Eko Budianto optimis pihaknya dapat menyelesaikan proses penerbitan paspor secara keseluruhan, dan ia juga telah membentuk Tim Satgas yang bekerja menyelesaikan permohonan paspor Haji berdasarkan jadwal yang telah di tetapkan perwilayah dengan memprediksi 150 pemohon per harinya.