Kepala Kantor Imigrasi Cirebon Menggelar Internalisasi Kepada Para Pegawai

Published on : March 9, 2015 Categories: Article Post By: admin

IMG_9753

Picture 1 of 3

Cirebon, (04/03/2015) Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Eko Budianto menggelar internalisasi dan pengarahan kepada seluruh pejabat struktural, pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang berlangsung di ruang pelayanan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Dalam pengarahnya, Eko Budianto mengharapkan kepada seluruh jajarannya dapat terus meningkatkan kinerja dengan terus bekerja, berinovasi dalam semangat kebersamaan, dan Eko juga menyampaikan perlunya saling ingat mengingatkan, dan saling mengoreksi bila ada kesalahan, saling mengkoreksi bukan hanya dari pimpinan ke bawahan, tetapi di harapkan pula pimpinan dapat dikoreksi oleh bawahan, berikanlah masukan kepada atasan, apabila atasan berbuat kesalahan, jangan didiamkan, tegurlah dan ingatkan, ungkap Eko.

Eko Budianto mengilustrasikan, didalam kehidupan rumah tangga, seorang Ibu mendidik anaknya secara diktator, sehingga apa yang dilakukan Ibunya merasa benar, dan tidak ada yang berani mengoreksi, di saat Ibunya memecahkan gelas di saat mencuci piring, tetapi tidak ada yang berani memarahinya, sedangkan anaknya apabila melakukan kesalahan sedikit, akan mendapatkan kemarahan dari Ibunya. Dari ilustrasi tersebut, Eko mengharapkan dapat diberikan masukan dan kritikan dari selama kepemimpinannya sebagai Kepala Kantor Imigrasi Cirebon, sehingga kedepan dapat terjalinnya rasa kebersamaan dan keharmonisan dalam melaksanakan tugas.

Disamping itu pula, permasalahan kerapihan dan kedisiplinan kerja masih tetap menjadi isu yang kerap kali disampaikan oleh Kepala Kantor disetiap pertemuan, dan beliau tidak akan pernah bosan-bosannya mengingatkan kepada seluruh pegawainya untuk menjaga kebersihan dan kerapihan di ruang kerjanya masing-masing.

Pada sesi sharing pendapat dengan pegawai, Kepala Kantor mendapat masukan dari salah seorang pegawai, Yana menyampaikan permasalahan penetapan pengadilan apabila ada perbedaan data, dan masyarakat mengingninkan apabila ada perbedaan data cukup hanya melalui kecamatan atau catatan sipil, dan juga terkait tentang saksi dalam kelahiran sesorang, yang mana, yang menjadi saksinya adalah dibawah umur.

Dari masukan tersebut, Eko budianto menjelaskan bahwa yang berhak memberikan keabsahan suatu identitas seseorang adalah Pengadilan, dan itu telah diatur dalam dalam undang-undang, Eko menuturkan, banyak permasalahan yang terjadi terkait permasalahan perbedaan data yang hendak mengajukan permohonan paspor, bahkan ada yang menyalahkan pihak Imigrasi terkait adanya perbedaan data pemohon yang akan melakukan perpanjangan paspornya.

Hal itu disampaikan disampaikan, pada saat Rapat Koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (26/02/2015) yang lalu, yang menyampaikan bahwa “pihak Imigrasi menerbitkan paspor berdasarkan data-data identitas pribadi yang dikeluarkan oleh pihak atau lembaga yang berwenang, seperti KTP dan Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Disdukcapil, dan apabila terdapat perbedaan data identitas, janganlah masyarakat lebih berpatokan kepada identitas yang ada didalam paspor dibandingkan identitas yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang berwenang apabila ditemukannya perbedaan data, sehingga pembetulannya mengacu pada data yang ada dalam paspor bukan data yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang berwenang mengeluarkannya, ungkap Eko Budianto.