Wawancara RRI Bersama Kepala Kantor Imigrasi Cirebon, “Perubahan Sistem Aplikasi, berdampak pada Perubahan Tata Cara Pembuatan Paspor Haji”

Published on : March 25, 2015 Categories: Article Post By: admin

IMG_9708

Picture 1 of 4

Cirebon, (18/03/2015) Untuk tahun 2015, para peserta jamaah haji untuk wilayah III Cirebon (Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu) yang hendak membuat paspor di Kantor Imigrasi Klas II Cirebon. Terjadi perubahan, Sebelumnya berkas para pemohon di koordinir oleh Kemenag Kab/Kota masing-masing begitu pula hal pembayannya.

Tetapi sejak (10/2014) diberlakukannya Sistem Pelayanan Pembuatan Paspor Terpadu (SPPT) yang berlaku di Kantor Imigrasi seluruh Indonesia, merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi untuk mempersingkat dan mempercepat proses pembuatan paspor, hal tersebut diungkapkan Eko Budianto selaku Kepala Kantor Imigrasi Klas II Cirebon pada acara wawancara di stasiun RRI Cirebon dengan tajuk “ Efektifitas Program Pelayanan Pembuatan Paspor” yang di hadiri pula Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Sudirna.

Dengan diberlakukannya sistem aplikasi tersebut, jelas sangat menguntungkan para pemohon, sehingga pemohon tidak lagi mendatangi Kantor Imigrasi sebanyak 3 kali, yaitu; pengajuan permohonan ; proses wawancara, foto, dan sidik jari ; dan terkhir pengambilan Paspor.

Melalui sistem baru, para pemohon cukup 2 kali saja mendatangi Kantor Imigrasi, yaitu tahap proses pengajuan permohonan langsung dilakukan juga proses wawancara, foto dan sidik jari, dan tahap kedua pengambilan paspor.

Dengan peralihan sistem ini, pemohon paspor Haji akan disamakan pelayanannya dengan pemohon paspor umum lainnya, ungkap Eko Budianto.

Sementara itu Kepala Seksi Haji Kota Cirebon, Sudirna membenarkan adanya perubahan dalam pengajuan permohonan pembuatan paspor Haji, sesuai dengan Surat Edaran Direktur jenderal Imigrasi, baginya dengan perubahan sistem tersebut, ia meragukan para jamaah haji yang hendak membuat paspor dengan datang sendiri ke Kantor Imigrasi tanpa di akomodir oleh pihak Kemenag, akan terjadi banyak kesalahan dan juga akan menyulitkan pendataan jamaah yang telah memiliki atau belum memiliki paspor sehingga di khawatirkan pada saat waktu keberangkatan ada jamaah haji yang belum memiliki paspor, untuk itu Sudirna mengharapkan ada kebijakan dari pihak Kantor Imigrasi Cirebon untuk tetap Kandepag dapat mengkordinir jamaah dalam pembuatan paspor maupun pembayarannya, yang nantinya pihak kemenag akan mengganti biaya pembuatan paspor kepada masing-masing calon Jemaah haji, ungkapnya.

Untuk permasalahan tersebut, Eko Budianto akan menyiasati permasalahan dengan membagi beberapa loket untuk mengkhususkan pemberiaan pelayanan paspor haji, dan tidak akan mengganggu pemberian layanan paspor untuk umum. Pihaknya juga tidak akan keluar dari koridor yang telah di tentukan, olehnya itu dalam waktu dekat, Kantor Imigrasi Cirebon akan mengundang perwakilan dari masing-masing Kantor Kemenag untuk membahas permasalahan ini, dan menjadualkan pelayanan pembuatan paspor bagi calon jamaah Haji sesuai wilayah Kemenag masing-masing.

Ditegaskan pula, untuk pembayaran permohonan pembuatan paspor, Kantor Imigrasi tidak menerima dan memungut biaya permohonan paspor dari para pemohon, para pemohon dapat langsung membayar sendiri ke Bank yang telah di tunjuk, dalam hal ini Bank BNI, ungkapnya.

Dengan sistem baru ini, para jamaah akan tahu syarat apa saja yang harus dilengkapi, apabila adanya kekurangan atau keselahan data, para pemohon akan mengetahui dan segera melengkapinya.