Timpora Kabupaten Majalengka, Berhasil Menjaring WNA Tingkok dan Singapura Melanggar Undang-Undang Keimigrasian

Published on : June 13, 2015 Categories: Article Post By: admin

IMG_5461

Picture 1 of 4

          Majalengka, (23/06/2015) Tim Gabungan Pengawasan Orang Asing (Tipora) Kabupaten Majalengka berhasil menjaring dua warga Negara asing yang diduga melakukan pelanggaran Undang-undang Keimigrasian, kedua orang tersebut berkebangsaan Tingkok dan Singapura, untuk pemeriksaan lebih lanjut, keduanya di bawa ke Kantor Imigrasi Cirebon.

Operasi Gabungan yang terdiri dari berbagai Instansi didalamnya, melakukan operasi bersama dengan maksud untuk meninjau keberadaan orang asing yang ada diwilayah Majalengka, dan apabila WNA tersebut melakukan pelanggaran dapat langsung di tindak sesuai dengan kewenangan Instansi masing-masing, misalnya WNA tersebut melakukan tindak pidana, maka pihak kepolisian dapat menindaknya, begitu pula instansi lainnya seperti halnya dari Dinas Nakertrans apabila WNA tersebut bekerja di wilayah Majalengka belum mendapat izin resmi dari pihak Nakertrans, maka pihak Nakertrans dapat menindak sesuai dengan kewenangan Instansi masing-masing, ungkap Ben Yuda Karubaba Kasubsi Pengawasan pada saat brifieng sebelum dimulainya operasi gabungan.

          Operasi Gabungan, terdiri dari 31 personil dibagi menjadi dua Tim, masing-masing Tim terdiri dari berbagai Instansi. Tim satu diketuai Kasubsi Pengawasan, Ben Yuda Karubaba, sedangkan Tim dua Diketuai Kasi Fosarkim, Adinda Pramudite dari Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon. Operasi dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan target operasi dua perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka yang memperkerjakan orang asing.

          Hasil operasi dari kedua tim, Tim satu berhasil menjaring warga Negara asal tiongkok, adinda pramudite Kasi Fosarkim, menjelaskan bahwa dari hasil operasi berhasil menjaring dua orang warga Negara asing yang diduga melanggar undang-undang Keimigrasian, dan akan dibawa dan diperiksa lebih lanjut di Kantor Imigrasi, apabila nantinya terindikasi melanggar undang-undang Keimigrasian, maka ancamannya WNA tersebut dapat dideportasi ataupun dilakukan projustisia, ungkapnya.