Menyalahgunakan Visa Kunjungan, Kanim Cirebon Mendeportasi 2 WN. Malaysia

Published on : September 25, 2015 Categories: Article Post By: admin

IMG_9884

Picture 1 of 3

Cirebon (22/09/2015) Kanim Cirebon kembali mendeportasi 2 Warga Negara Asing asal Malaysia, Hal tersebut dilakukan lantaran kedua orang asing tersebut menyalahgunakan visa miliknya selama berada di Indonesia.

Kedua orang asing tersebut berhasil ditangkap setelah petugas Kantor Imigrasi Cirebon melakukan Operasi Intelijen atas dasar laporan dari masyarakat sekitar yang memberi informasi kepada petugas bahwa terdapat orang asing yang tinggal dikawasan Puri taman Sari Kota Cirebon.

Dari pengembangan operasi intelijen, diketahui bahwa kedua orang asing tersebut adalah Warga Negara asing asal Malaysia dan sudah 3 bulan berada di Kota Cirebon, selama berada di Cirebon orang asing tersebut bekerja sebagai Head Section dan Supervisor MEE (Mechanical Electrical Electronik) pada proyek perawatan jalan tol Cipali. Setelah dirasa cukup mendapat informasi, akhirnya petugas Imigrasi Cirebon melakukan operasi pengawasan pada kediaman orang asing tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan singkat dilapangan diketahui bahwa kedua orang asing tersebut menggunakan visa BVKS (Bebas Visa Kunjungan Singkat) yang diperuntukan bagi turis dan hanya berlaku selama 30 hari. Akhinya petugas membawa orang asing tersebut ke Kantor Imigrasi Cirebon untuk dilakukan proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh Seksi Wasdakim (Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian).

Berdasarkan hasil BAP, akhirnya petugas Kantor Imigrasi mengambil tindakan administratif yaitu melakukan pendeportasian terhadap kedua orang asing tersebut ke negara asalnya, Malaysia. Hal tersebut dilakukan lantaran kedua orang tersebut terbukti bersalah dengan menyalahgunakan visa kunjungannya.

Pada Jumat (18/08/2015) Tim deportasi yang di pimpin oleh Syofian Pringgo selaku Kasubsi Penindakan Keimigrasian beserta 2 orang staf seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Cirebon berangkat menuju Bandara International Soekarno Hatta untuk mengawal langsung kedua orang asing tersebut pulang kenegara asalnya.