Dialog Interaktif Kepala Kantor Imigrasi Cirebon Melalui siaran Radio RRI Pro 1 Cirebon Tentang “Pelayanan Pembuatan Paspor dan Visa”

Published on : November 23, 2015 Categories: Article Post By: admin

IMG_3835

Picture 1 of 2

Cirebon, (11/11/2015) untuk memberikan pelayanan pembuatan paspor prima kepada masyarakat, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon melakukan wawancara Radio melalui RRI Pro 1 Cirebon yang dipancarkan pada gelombang 94,8 Mhz FM dengan topik pelayanan pembuatan paspor dan visa.

Dengan era keterbukaan saat ini apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang semakin mudahnya bagi orang asing untuk masuk maupun keluar dan menetap di wilayah Republik Indonesia berimbas pada potensi pelanggaran di bidang Keimigrasian oleh orang asing tersebut, sehingga masyarakat dapat turut berpartisipasi memantau dan mengawasi jika menemukan orang asing di wilayahnya untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat ataupun langsung ke pihak Kantor Imigrasi Cirebon.

Dalam Kesempatan tersebut, Eko Budianto, Kepala Kantor Imigrasi Cirebon, yang hadir sebagai narasumber, menjawab dan menjelaskan terkait dengan pertanyaan yang disampaikan beberapa pendengar radio seputar tentang tata cara pembuatan paspor baik umum ataupun untuk ibadah haji serta tentang visa dan peruntukannya.

Untuk konteks perpanjangan visa di Indonesia, apabila yang bersangkutan adalah orang asing maka dapat diperpanjang di Kantor Imigrasi, sedangkan untuk warga Negara Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri, maka pengajuan visanya dibuat pada kedutaan besar Negara yang akan dituju, ungkap Eko.

Untuk pembuatan paspor Haji atau yang hendak berpegian ke Negara arab Saudi, eko mengatakan bahwa Negara arab Saudi mengeluarkan kebijakan mewajibkan mencantumkan tiga suku kata dalam nama tertera di paspor, sehingga para masyarakat yang hendak melakukan ibadah umroh dan haji, maka Kantor Imigrasi Cirebon menyampaikan kepada setiap pemohon yang namanya kurang dari tiga suku kata dapat menambahkan tambahan nama yang diambil dari nama ayah dan nama kakek pada surat pernyataan yang dikeluarkan instansi terkait, tanpa merubah KTP ataupun data identitas lainnya.

Mengakhiri wawancaranya, Eko mengharapkan kerjasama dengan masyarakat di wilayah III Cirebon untuk lebih respon apabila melihat orang asing dengan melaporkan kepada pihak kepolisian ataupun Imigrasi apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia nantinya orang asing bebas keluar masuk ke wilayah kita, dan tetap harus waspada terhadap orang asing di wilayah kita, ungkapnya.