Operasi Pengawasan Orang Asing Serentak, Imigrasi Cirebon Amankan 2 WNA

Published on : November 3, 2016 Categories: Article Post By: dapurfosarkim

page

Picture 1 of 3

Pelaksanaan operasi penegakan hukum  Keimigrasian serentak  yang sebagaimana diintruksikan Direktur Jenderal Imigrasi kepada seluruh Kantor Imigrasi seluruh Indonesia beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati hari Dharma Karyadhika Kementerian Hukum dan HAM, telah dilaksanakan dengan baik oleh Kantor Imigrasi Cirebon. Kamis (27/10/2016) Kamis malam pukul 18.30 WIB melaksanakan pengawasan di wilayah Kota Cirebon dengan menyisiri mess perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing dan beberapa perumahan ditinggali oleh orang asing. Pada operasi kali ini Kantor Imigrasi Cirebon berhasil menjaring 2 WNA yang diduga menyalahi izin tinggal keimigrasian.

R (42) Warga Negara Asing asal Amerika Serikat ditangkap petugas Imigrasi Kelas II Cirebon saat berada di Lembaga Bimbingan Kursus Bahasa Inggris di Jl. Perjuangan, Kota Cirebon. Pada saat petugas datang ke lokasi tersebut R sedang berada di kelas kursus dan terdapat 3 siswa yang sedang mendengarkan materi didalamnya, pada saat petugas Imigrasi datang R masih berada didalam ruang tersebut dan memberi materi pengajaran. Dari keterangan siswa tersebut, bahwa mereka sedang mengikuti placement test. Akhirnya petugas mengamankan dokumen perjalanan (paspor) dan meminta R untuk datang ke Kantor Imigrasi untuk dimintai keterangan. Atas dasar tersebut R diduga melanggar Pasal 122 huruf (a) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian“ Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Selain R petugas juga berhasil menangkap AY (45) Warga Negara Asing asal Mesir, AY berhasil ditangkap oleh petugas saat sedang makan malam dengan tunangnnya di sebuah restoran siap saji di Jl. Kartini Kota Cirebon. AY tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian saat diminta oleh petugas, berdasarkan keterangan dari tunangannya Dokumen perjalan (paspor) milik AY disimpan di Hotel, kemudian petugas Imigrasi meminta tunangannya untuk mengmbil dokumen perjalanan milik AY, namun pada saat tunangan AY kembali dari hotel ia tidak membawa dokumen perjalanan milik AY, dan kemudian AY memberikan keterangan yang berbeda. AY mengatakan bahwa paspor miliknya berada di Kantor Imigrasi Jogja untuk proses memperpanjang visa.

AY diduga melanggar pasal 71  huruf (b) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 Tentang Keimigrasian  “setiap orang asing  yang berada di wilayah Indonesia wajib memperlihatkan dan menyerahkan Dokumen Perjalanan atau Izin Tinggal yang dimilikinya apabila diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas dalam rangka pengawasan Keimigrasian. Untuk pemeriksaan lebih lanjut AY dibawa Ke Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon untuk dimintai keterangan.